Sabtu, 31 Januari 2009

sim proposal penerimaan tamu

oleh : Salmansyah dan Sukarno

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Dalam rangka memperbaiki kualitas suatu instansi, salah satu hal yang mempunyai peran penting adalah penggunaan Teknologi Informasi. Penggunaannya tidak hanya sebagai proses otomatisasi terhadap akses informasi, tetapi juga menciptakan akurasi, kecepatan, dan kelengkapan sebuah sistem yang terintegrasi, sehingga proses organisasi yang terjadi akan efisien, terukur, dan fleksibel.

Dewasa ini perkembangan Teknologi Informasi mulai mendapat sambutan positif dari masyarakat. Perkembangannya tidak hanya disambut dan dinikmati oleh kalangan bisnis maupun pemerintah saja, tetapi juga mulai merambah dalam dunia pendidikan. Dalam rangka peningkatan citra positif di dalam pengelolaan perguruan tinggi salah satunya adalah pelayanan tamu.

Untuk mendukung peningkatan pelayanan tamu Jurusan Administrasi Niaga maka memungkinkan untuk dibuat suatu Sistem Informasi Manajemen Penerimaan Tamu.

1.2. Identifikasi Masalah

Dari latar belakang tersebut diatas ada baiknya Jurusan Administrasi Niaga melakukan pelayanan terhadap penerimaan tamu dengan membuat suatu sistem informasi penerimaan tamu sebagai penunjang pelayanan terhadap tamu.

1.3. Tujuan

a. Tersedianya layanan informasi bagi tamu atau masyarakat

b. Kemudahan bagi Jurusan Administrasi Niaga dalam prosedur penerimaan tamu

c. Sebagai salah satu pilar pembangunan perguruan tinggi berbasiskan Teknologi Informasi

d. Memberikan Nilai Tambah (Added Value) bagi Jurusan Administrasi Niaga, antara lain melahirkan daya saing, meningkatkan e-literacy, dan sebagai information dashboard.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Sistem Manajemen

Sistem manajemen database adalah piranti atau alat bantu bagi para pemrogram untuk menalar dan meng-capture realitas dunia bisnis menjadi suatu sistem informasi yang terstruktur dan terkelola.

Dapat diartikan juga sebagai struktur dan hubungan antar data yang diatur dan dikelola oleh sebuah program aplikasi database. Selanjutnya program aplikasi inilah yang menjalankan proses database, yaitu dari proses memasukkan, mengisi, menghapus, menganalisis dan melaporkan data.

2.2. Manfaat Sistem Manajemen

a. Memudahkan pengaksesan data

b. Mengurangi redudansi dan inkonsistenansi data

c. Mengisolasi data untuk di standarisasikan

d. Mudah digunakan oleh banyak orang

e. Mengamankan data

f. Menjaga integritas data

g. Menjaga indenpendensi data

2.3. Entity Relationship Diagram

Entity Relationship Diagram (ERD), merupakan model konseptual yang menggambarkan struktur data dan hubungan antar entitas sebagai pembentuk Sistem.
ERD menggunakan tiga macam symbol untuk menggambarkan struktur dan hubungan antar entitas, diantaranya yaitu:

1. Entitas

Entitas berupa individu yang mewakili sesuatu nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain.

Entitas ada dua:

a) Entitas Kuat (Strong Entity)

Adalah entitas yang kemunculannya tidak tergantung dari entitas lain (dapat berdiri sendiri), biasanya memiliki atribut yang berfungsi sebagai key.

b) Entitas Lemah (Weakly Entity)

Adalah entitas-entitas yang kemunculannya tergantung pada eksistensinya dalam sebuah relasi terhadap entitas lain (strong entity) dan tidak memiliki atribut yang berfungsi sebagai key.

2. Atribut
Atribut adalah karakteristik (sifat-sifat khas) yang melekat pada sebuah entitas. Atribut ada dua macam yaitu atribut yang berfungsi sebagai key, berfungsi sebagai ciri khas (unik) suatu entitas yang dapat membedakan dengan entitas dalam Sistem. Kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum entitas dapat berelasi dengan entitas yang lain. Kardinalitas yang terjadi diantara dua himpunan entitas:

a) Satu Kesatu (One To One)

Setiap entitas pada suatu himpunan entitas berhubungan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas yang lain.

b) Satu Ke Banyak (One To Many)

Setiap entitas berhubungan dengan banyak pada himpunan entitas yang lain.

c) Banyak Ke Banyak (Many To Many)

Setiap entitas pada suatu himpunan entitas berhubungan dengan entitas pada himpunan entitas yang lain.

BAB III

PEMBAHASAN

3.1. Tahap Perancangan DFD

DFD (Data Flow Diagram) dibangun berdasarkan proses yang akan dibuat yaitu sistem penerimaan tamu yang melibatkan Tamu dan Pihak Jurusan sebagai penerima tamu.

a. DFD Level 0

dfd_tamu0

b. DFD Level 1

Pada DFD level 1 ini adalah penjabaran dari proses penerimaan tamu pada level 0

dfd_tamu1

3.2. Perancangan ERD Sistem Informasi Penerimaan Tamu

Perancangan Sistem penerimaan tamu ini terdiri dari empat buah tabel yang memiliki relasi satu dengan lainya. Seluruh relasi didasarkan pada nomor urut dari data (prmary key menggunakan kolom Nomor yang berupa bilangan). Penggunaan nomor urut dimaksudkan agar tidak tergantung dari kolom-kolom yang ada pada tabel jika suatu saat ada perubahan isi dari suatu tabel.

erd_tamu

3.1. Perancangan Tabel

Berikut ini adalah tabel yang digunakan pada Sistem Informasi Penerimaan Tamu. Jumlah tabel yang digunakan untuk sistem ini adalah empat jenis tabel.

Tabel 1. Tamu

tabel_tamu

Tabel tamu merupakan representative dari pengisian bio data tamu secara rinci.

Tabel 2. Penerima Tamu

tabel_penerimatamu

Tabel penerima tamu hanya memperjelas Nama dan sex atau jenis kelamin petugas penerima tamu

Tabel 3. Keperluan

tabel_keperluan

Tabel keperluan hanya memperjelas keperluan tamu yang hanya berisi Nomor dan keperluan.

Tabel 4. Sex

tabel_seks

Tabel sex atau jenis kelamin, dikodekan seperti jenis kelamin pria dikodekan angka 1 dan jenis kelamin wanita dikodekan angka 2.

BAB IV
KESIMPULAN

4.1 Kesimpulan

Sistem informasi manajemen penerimaan tamu di lembaga pemerintah atau pendidikan sangat diperlukan untuk kemudahan informasi bagi masyarakat atau tamu dan lembaga itu sendiri tentang prosedur penerimaan tamu.

Tidak ada komentar: